Lokasi wisata alam yang asri.
Berita Mandiri, Sukabumi: Pengelola wisata Karang Para terus melakukan penataan, tempat wisata alam anyar ini cocok menjadi salah satu destinasi wisata bagi yang suka menikmati panorama alam alami dan suasana pedesaan.
Di objek wisata di Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini memang baru dikenal sekitar dua tahun belakangan,terdapat berbagai batu karang menyerupai beragam bentuk seperti masjid, hiu, para (atap), goa, dan lainnya.
Lokasi wisata alam seluas 12 hektar ini terdapat juga jembatan yang menyerupai hati sehingga dikenal dengan Jembatan Hati. Sangat cocok sekali untuk dijadikan tempat selfie, karena langsung mengarah ke sebagian Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi,
Pemandangan hamparan sawah hijau, permukiman, dan gunung menambah suasana kian menyatu dengan alam. Tak ketinggalan selama berada di Karang Para, pengunjung dimanjakan udara sejuk juga dapat merasakan buaian angin lembut pegunungan secara langsung.ada pun fasilitas, tidak perlu khawatir karena Pengelola Wisata Karang Para yang merupakan warga sekitar bekerja sama dengan pemerintahan desa setempat sudah menyiapkannya. Mulai toilet umum, mushola, jamban , dan warung sudah dipersiapkan, dari pintu masuk hingga di puncak pegunungan.
Adapun tarif berkunjung ke Wisata Karang Para sangatlah hemat. Bayangkan saja, per orang hanya dikenakan Rp.3000 untuk memasuki kawasan Karang Para, sementara bagi pengunjung yang mau menginap dikenakan biaya Rp.10 ribu /orangnya.
Adapun fasilitas parkir kendaraan, baik motor maupun mobil terbilang murah dan aman. Pengelola sudah menyiapkan lokasi parkir kendaraan di bawah Karang Para yang cukup luas. Tarif parkir untuk motor Rp 5000 dan mobil Rp5000.
Dian (38 ), selaku pengelola gunung menjelaskan, lokasi Karang Para merupakan tanah desa. Oleh karena itu, pengelolaannya melibatkan pihak desa yang dilaksanakan oleh warga setempat.
Semenjak diperkenalkan hampir 2 tahun yang lalu , kata dia, banyak wisatawan yang berkunjung, per hari rata-rata pengunjung di hari kerja sekitar150 hingga 200 orang.
“Kalau Sabtu atau hari Minggu, rata-rata pengunjung bisa mencapai 300 orang. Di sini itu menyajikan berbagai karang berbentuk cantik dan indah serta ditambah oleh pengelola berupa jembatan berbentuk hati. Kami masih terus membenahi fasilitas-fasilitas lainnya,” ungkap Dian saat ditemui, selasa
Lanjut Dian, sejak tahun 2017, pengelola terus mempercantik lokasi, agar wisatawan tak bosan berkunjung melalui publikasi Karang Anyar yakni melalui berbagai jejaring media sosial. Dian optimis, lokasi wisata yang baru dikelola sekitar 12 hektar dari 25 hektar ini ke depannya akan menjadi destinasi wisata favorit. “ Hasil dari retribusi dipergunakan lagi untuk membenahi lokasi di sini. Kami yakin ini akan menjadi tempat favorit karena menyajikan nuansa alami,” ucapnya
Untuk mencapai ke lokasi Karang Para, pengunjung yang enggan melewati jalan rusak bisa masuk dari ruas Jalan Padjadjaran, Gunungguruh-Lio Cikujang. Jarak dari ruas Jalan Padjadjaran, sekitar 1,5 kilometer, bisa dilewati menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat standar meskipun kondisi jalannya agak menanjak. Bahkan jenis city car pun bisa nyaman melintasinya. Jalan rusak berupa berbatu tidak lebih dari 30 meter.
Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan jenis off road, apabila dari arah Sukabumi lebih baik memakai pintu masuk dari Jalan Mangkalaya-Cisaat, tepatnya di pertigaan Pasir Badak, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh. Jika masuk lewat jalur diperkirakan sekitar satu kilometer.
“Lokasinya sangat menarik , dan murah. Begitu masuk ternyata lebih tertata sehingga kami nyaman. Kebetulan, saya memiliki istri orang lingkungan setempat ” ucap Yusuf salah satu pengunjung yang berasal dari Desa Babakan.
Lanjut yusuf yang akrab disapa gembol ini berharap pemerintah daerah kedepan dapat memperhatikan pembangunan inprastruktur sehingga dapat menunjang kemudahan pengunjung untuk mencapai tempat wisata ini ” harapnya
Opid (40) Selaku pengelola parkir berharap bahwa dengan adanya wisata karangpara ini dapat memberikan penghasilan.
” Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan dan penghasilan untuk menghidupi keluarga “ucapnya .(One)








